Kepala bank sentral Eropa pertahankan kenaikan suku bunga terbaru untuk memerangi inflasi

- Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde membela kenaikan suku bunga terbaru bank tersebut, dengan menegaskan bahwa hal itu diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target 2% pada tahun depan.
- Untuk menghindari reaksi berlebihan atau kurang bereaksi terhadap volatilitas, ECB kini menggunakan berbagai skenario "lebih ringan dan lebih keras" untuk memperkirakan dampak dari peristiwa geopolitik.
- Langkah-langkah ini dilakukan saat ekonomi Eropa menghadapi hambatan signifikan dari AS dan fluktuasi harga minyak yang tajam akibat konflik di Iran.
- Bank tersebut akan terus memantau data ekonomi dan pergeseran geopolitik untuk menentukan apakah penyesuaian kebijakan lebih lanjut diperlukan guna menstabilkan harga.
Sumber & Kutipan
1 sumberBerita Lainnya
Berlangganan untuk membaca
• Analis Morgan Stanley telah mengeluarkan peringatan terkait potensi kekurangan likuiditas dan "pengetatan uang" menjelang akhir kuartal saat ini. • Kekhawatiran ini berpusat pada volatilitas pasar pendanaan jangka pendek, yang dapat menyebabkan lonjakan biaya pinjaman bagi lembaga keuangan.
Baca aslinya · ft.comLima hal yang perlu diperhatikan di pasar pada minggu depan Oleh Investing.com
• Indeks utama AS menunjukkan hasil yang beragam, dengan Nasdaq melonjak 2% yang didorong oleh sektor teknologi dan layanan komunikasi, sementara Dow mencapai rekor penutupan tertinggi. • Harga emas turun hampir 2% karena investor bereaksi terhadap kekhawatiran suku bunga yang muncul kembali setelah serangan AS-Iran baru-baru ini.
Baca aslinya · investing.comPertumbuhan Pinjaman Korporasi Zona Euro Mencapai Tertinggi dalam 3 Tahun, Kata ECB - Oleh Reuters
• Bank Sentral Eropa (ECB) melaporkan bahwa pertumbuhan pinjaman korporasi di Zona Euro telah mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. • Lonjakan ini mengindikasikan peningkatan signifikan dalam aktivitas pinjaman oleh bisnis di seluruh wilayah dibandingkan periode sebelumnya.
Baca aslinya · investing.comSakit Kepala Berikutnya Pasar Saham India Bukan Karena Minyak, Melainkan Badai Besar yang Sedang Berkumpul di Langit - The Economic Times
• Pasar saham India sedang menghadapi potensi krisis karena "Super El Niño" yang parah mengancam musim monsun, menyusul awal curah hujan terendah dalam satu dekade. • Fenomena cuaca ini sangat mengkhawatirkan karena 56% PDB India terikat pada konsumsi, yang sangat bergantung pada stabilitas pertanian.
Baca aslinya · economictimes.indiatimes.comSaham Asia-Pasifik Beragam Saat Trader Pantau Negosiasi AS-Iran
• Pasar saham Asia-Pasifik menunjukkan kinerja yang beragam saat investor memantau negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung dan mengantisipasi data ketenagakerjaan AS yang akan datang. • Indeks regional mengalami pergerakan yang bervariasi, dengan ASX 200 Australia naik tipis menjadi 8.827,00 dan SZI Shenzhen tumbuh sebesar 0,85% menjadi 15.946,72.
Baca aslinya · kaohooninternational.com
KAOHOON INTERNATIONALPasar Global: Perusahaan keuangan mengalihkan fokus ekspansi Asia ke Korea Selatan, ambil sikap hati-hati terhadap China dan India - The Economic Times
• Perusahaan keuangan global sedang mengalihkan fokus ekspansi Asia-Pasifik mereka ke Korea Selatan, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh ASIFMA dan KPMG. • Pivot strategis ini didorong oleh kejelasan regulasi di Korea Selatan, lingkungan kebijakan yang stabil, serta peluang pasar modal yang baru muncul.
Baca aslinya · economictimes.indiatimes.comSaham Asia Menguat Berkat PMI China yang Optimis; Sektor Teknologi Mendorong Kuartal yang Luar Biasa Oleh Investing.com
• Saham Asia menguat menyusul data Purchasing Managers' Index (PMI) yang optimis dari China, dengan pertumbuhan sektor teknologi mendorong kuartal yang kuat. • Indeks MSCI Asia ex Japan Net USD naik sekitar 21% selama tiga bulan terakhir, dengan Korea Selatan muncul sebagai pasar ekuitas utama dengan kinerja terbaik di dunia tahun ini.
Baca aslinya · investing.comSensex Hari Ini | Nifty 50
• Pasar saham India bergerak negatif pada hari Selasa, dengan indeks Sensex dan Nifty 50 yang keduanya merosot setelah sesi kerugian sebelumnya. • Penurunan ini bertepatan dengan implementasi penyeimbangan kuartalan untuk beberapa indeks NSE dan anjloknya sektor Nifty IT secara signifikan, di mana saham-saham seperti Infosys, TCS, dan Wipro turun hingga 3%.
Baca aslinya · economictimes.indiatimes.comSaham Asia bersiap untuk kuartal pemecahan rekor; dolar tekan emas dan yen - Pasar - Business Recorder
• Pasar saham Asia bersiap untuk kuartal pemecahan rekor, dipimpin oleh keuntungan besar di sektor-sektor berbasis semikonduktor. • Nikkei Jepang diproyeksikan naik lebih dari 36% untuk kuartal ini, sementara indeks acuan Taiwan diperkirakan akan mengalami kenaikan yang lebih besar lagi, yaitu lebih dari 40%.
Baca aslinya · brecorder.com
Business RecorderPasar Saham Hari Ini: Semua yang Perlu Anda Ketahui Menjelang Perdagangan 30 Juni
• Chief Financial Officer Axis Bank, Puneet Sharma, telah mengundurkan diri dari jabatannya. • Jagsonpal Pharmaceuticals akan mengakuisisi 85% Aequitas melalui Share Purchase Agreement.
Baca aslinya · ndtvprofit.comKembali ke Dasar dalam Lingkungan yang Tidak Pasti
• European Central Bank (ECB) sedang menyempurnakan pendekatannya untuk menjaga stabilitas harga dan mempertahankan daya beli euro di tengah lingkungan ekonomi yang tidak pasti. • Sejak 2022, ECB telah berfokus pada pengintegrasian data real-time yang canggih dan mengembangkan serangkaian indikator inflasi dasar khusus untuk melacak tren ekonomi dengan lebih baik.
Baca aslinya · ecb.europa.eu