Federal Reserve Board - Risalah Federal Open Market Committee, 28–29 Juli 2026
- Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diadakan pada 28–29 Juli 2026.
- Dokumen tersebut memberikan catatan rinci mengenai diskusi dan pertimbangan terkait kebijakan moneter AS selama sesi dua hari tersebut.
- Risalah ini sangat penting bagi investor dan ekonom karena memberikan wawasan tentang perspektif bank sentral mengenai inflasi, lapangan kerja, dan lintasan suku bunga.
- Para pelaku pasar kini akan menganalisis teks tersebut untuk mencari sinyal mengenai potensi pergeseran kebijakan atau perubahan suku bunga pada pertemuan FOMC mendatang.
Sumber & Kutipan
1 sumberBerita Lainnya
Pasar Menguat Setelah Departemen Keuangan AS Kurangi Tekanan Investor Obligasi - The New York Times
• Pasar global menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah turun setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan jumlah utang yang dapat dibeli kembali dari investor. • Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi tekanan di kalangan investor obligasi dengan mengelola pasokan utang pemerintah secara lebih efektif.
Baca aslinya · nytimes.comBreaking: Pejabat FOMC Mengakui Inflasi Tetap Tinggi
• Federal Open Market Committee (FOMC) merilis notulen rapat bulan Juli pada hari Rabu, mengungkapkan bahwa para pejabat meyakini inflasi tetap tinggi. • Rapat tersebut melibatkan dua belas pejabat Fed, termasuk tujuh anggota Board of Governors dan lima presiden Reserve Bank regional, yang menilai kondisi ekonomi untuk menetapkan kebijakan moneter.
Baca aslinya · fxstreet.comGuncangan pasar obligasi adalah kabar buruk bagi pemerintah, bisnis, dan konsumen - The Washington Post
• Imbal hasil Treasury AS jangka panjang melonjak ke level tertinggi sejak 2007 pada hari Selasa, memicu aksi jual besar-besaran di pasar obligasi. • Menanggapi volatilitas tersebut, Menteri Treasury melipatgandakan pembelian kembali utang pemerintah untuk menstabilkan pasar.
Baca aslinya · washingtonpost.comIndia Menjadi Pasar Saham yang Paling Tidak Diminati di Asia, Menggantikan Indonesia
• India telah menggantikan Indonesia sebagai pasar saham yang paling tidak diminati di Asia, mencerminkan meningkatnya kewaspadaan di kalangan manajer investasi terhadap ekuitas negara tersebut. • Sebuah survei yang dilakukan antara 7 hingga 13 Agustus terhadap 98 manajer investasi yang mengelola aset sebesar $272 miliar menemukan bahwa saham India termasuk di antara performa terburuk di kawasan ini tahun ini.
Baca aslinya · madhyamamonline.com
MadhyamamSaham Asia Menguat Menyusul Pengumuman Buyback Treasury AS - The CSR Journal
• Pasar saham Asia cenderung menguat pada hari Kamis, dengan Korea Selatan memimpin kenaikan di seluruh kawasan. • Reli ini dipicu oleh pengumuman rencana buyback US Treasury, yang telah memberikan pengaruh positif terhadap imbal hasil obligasi.
Baca aslinya · thecsrjournal.inPergeseran Geografi Kekayaan Asia: Realitas Global Baru - Thailand Business News
• Singapura, Jepang, dan Hong Kong saat ini sedang membentuk kembali pola migrasi kekayaan global per tahun 2025, sementara arus keluar dari China dan India mulai melambat. • Pergeseran ini menunjukkan bahwa modal global semakin memprioritaskan kejelasan regulasi, kredibilitas institusional, dan stabilitas dibandingkan sekadar insentif pajak atau proyeksi pertumbuhan.
Baca aslinya · thailand-business-news.com
Thailand Business NewsPenjelasan: Mengapa India Menjadi Pasar yang Paling Tidak Diminati di Asia di Antara Manajer Dana
• India telah menjadi pasar yang paling tidak diminati di kawasan Asia-Pasifik di antara para manajer dana, berada di bawah China, Indonesia, dan Filipina. • Kurangnya instrumen investasi berbasis AI dan proyeksi pertumbuhan yang lemah disebut sebagai alasan utama dari kewaspadaan saat ini.
Baca aslinya · business-standard.comHarga gas Eropa telah melonjak dua kali lipat, dan kondisi terburuk masih akan terjadi
• Harga gas Eropa telah melonjak sebesar 120% pada tahun 2026, membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap musim dingin yang mahal akibat rendahnya tingkat penyimpanan dan risiko pasokan. • Sementara Prancis, Italia, dan Spanyol merespons perubahan ini dengan cepat, Belanda mengalami penerusan harga (price pass-through) yang hampir seketika.
Baca aslinya · sg.finance.yahoo.comBriefing Ekonomi Global — 20 Agustus 2026
• Obligasi global stabil pada 20 Agustus 2026, setelah U.S. Treasury menggandakan buyback obligasi jangka panjang, yang menurunkan yield dan memberikan tekanan turun pada dolar AS. • Bank sentral Brasil (Copom) secara bulat memotong suku bunga Selic sebesar 25 basis poin pada 5 Agustus, membawanya ke level 14,00% setelah serangkaian empat kali pengurangan seperempat poin berturut-turut dari puncak 15,00%.
Baca aslinya · riotimesonline.com
The Rio TimesRisalah ECB Jadi Fokus Saat Pasar Memperhitungkan Kenaikan September
• People's Bank of China mempertahankan Loan Prime Rates (LPR) semalam, menjaga suku bunga 1 tahun di level 3,0% dan suku bunga 5 tahun di level 3,5%. • Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar dan mengikuti stabilitas suku bunga reverse repo 7 hari yang tidak mengalami penyesuaian baru-baru ini.
Baca aslinya · fxstreet.comCAC 40 Hari Ini: Saham Paris Turun ke 8.501,91 Saat Aksi Jual Chip Merembet ke Eropa
• CAC 40 ditutup pada 8.501,91 poin pada hari Rabu, menandai penurunan tipis sebesar 7,45 poin (0,088%) dari hari sebelumnya. • Penurunan ini didorong oleh aksi jual semikonduktor yang lebih luas, khususnya berdampak pada STMicroelectronics, yang membebani pasar Prancis dan Italia (FTSE MIB).
Baca aslinya · bbntimes.com
Bbn Times