Opini | Mengapa Filipina menjalankan keseimbangan yang rapuh sebagai ketua Asean
β’ Presiden Ferdinand Marcos Jr. secara resmi mengambil alih kepemimpinan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) setelah menerima palu sidang dari Anwar Ibrahim dari Malaysia pada bulan Oktober. β’ Filipina menghadapi masa jabatan yang menantang dengan fokus pada pengelolaan diplomasi Laut China Selatan, penyelesaian perjanjian ekonomi digital regional, dan pelaksanaan agenda administratif yang padat. β’ Keberhasilan Manila bergantung pada kemampuannya untuk mengalihkan ASEAN dari badan konsultatif menjadi organisasi yang lebih operasional dan efektif.
scmp.com