Gambar: The Philadelphia InquirerMayoritas konservatif Mahkamah Agung terus memilih ideologi daripada imparsialitas β dan putusan-putusannya membuktikannya
β’ Mayoritas konservatif Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang mengizinkan presiden untuk memecat pemimpin regulator pemerintah independen dengan alasan apa pun atau tanpa alasan sama sekali. β’ Keputusan ini membatalkan preseden hukum berusia 91 tahun yang dirancang untuk melindungi kepala lembaga dari tekanan dan campur tangan politik. β’ Para kritikus berpendapat bahwa putusan tersebut memprioritaskan ideologi di atas imparsialitas, yang berpotensi memungkinkan presiden di masa depan untuk menyalahgunakan kekuasaan eksekutif.
inquirer.com