Gambar: Asia TimesKorea Selatan beralih dari kelumpuhan politik menuju kekuasaan punitif - Asia Times
⢠Korea Selatan mulai memberlakukan undang-undang baru yang luas pada 7 Juli yang menargetkan informasi palsu dan dimanipulasi, yang memungkinkan ganti rugi punitif hingga lima kali lipat dari kerugian aktual. ⢠Penerapan undang-undang tersebut tampak tidak konsisten, karena promosi Starbucks yang diluncurkan pada 26 Maret (peringatan tenggelamnya kapal Cheonan) tidak menghadapi pengawasan hukum serupa meskipun ada potensi sensitivitas. ⢠Kesenjangan ini menunjukkan bahwa konteks politik, bukan standar hukum yang konsisten, menentukan kebetulan mana yang dianggap dapat dihukum berdasarkan peraturan baru tersebut.
asiatimes.com