Rusia tuduh pendiri Telegram membantu terorisme dalam tindakan keras daring terbarunya
• FSB memasukkan Pavel Durov ke dalam daftar pencarian internasional dan menyatakan bahwa aplikasi pesannya digunakan untuk sabotase dan pembunuhan • Pejabat Rusia telah mendakwa Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan Telegram, dengan tuduhan membantu terorisme. • Dakwaan terhadap miliarder kelahiran Rusia berusia 41 tahun yang tinggal di kawasan Teluk tersebut merupakan langkah terbaru Kremlin untuk mengontrol internet dan komunikasi digital setelah invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022. Baca selengkapnya...
theguardian.com