Gambar: RAPPLERDalam pengarahan AI PBB, panel menyatakan sains dan kasih sayang 'harus tetap menjadi kompas kita'
• Sebuah panel AI Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diketuai bersama oleh Yoshua Bengio, mengadakan pengarahan untuk membahas laporan pendahuluan yang dimaksudkan sebagai basis bukti bagi tata kelola AI di masa depan. • Bengio menekankan bahwa keputusan saat ini mengenai kecerdasan buatan akan memiliki dampak jangka panjang bagi individu, bisnis, institusi, dan stabilitas demokrasi. • Panel tersebut mendesak agar sains dan kasih sayang harus memandu pengembangan AI guna mencegah teknologi ini tergelincir oleh kepentingan komersial atau tekanan geopolitik.
rappler.com




