Pria ditolak pembebasan bersyarat kedua kalinya karena grafiti anti-Israel meskipun hakim kritik tajam kasus tersebut
⢠Otoritas pembebasan bersyarat NSW menyatakan Mohommed Farhat mengikuti 'ideologi ekstremis berkarakter antisemit', sementara hakim secara terpisah memutuskan bahwa 'Fuk Israel' adalah 'komentar politik'. ⢠Seorang pria asal Sydney yang terpidana karena menulis "Fuk Israel" pada mobil dan membakar kendaraan lain telah ditolak pembebasan bersyaratnya untuk kedua kalinya, meskipun seorang hakim pengadilan agung menyatakan bahwa kasus ini tampak sebagai "kegagalan serius dalam penegakan keadilan". ⢠Mohommed Farhat, 22 tahun, awalnya dijadwalkan untuk dibebaskan bersyarat pada bulan Desember setelah menjalani hukuman 10 bulan penjara menyusul aksi vandalisme pada November 2024 di Woollahra.
theguardian.com